PERKEMBANGANSISTEM PERIODIK UNSUR OLEH : INDAH AYU WIJAYA KELAS : 10 C ANTOINE LAVOISIER Pada tahun 1769 Lavoisier menerbitkan suatu daftar unsur-unsur yang dibagi dalam unsur logam dan non-logam. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana yang dilakukan, dimana pada 4. 3 Menentukan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. 4. Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. 5. Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan netron) 6. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi unsure unsure golongan utama Membandingkanperkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Dari unsur-unsur di bawah ini, yang mempunyai jari-jari atom paling besar adalah . a. 1 H b. 3 Li kelebihan dan kekurangannya. Berikutini yang merupakan perkembangan tabel periodik unsur, kecuali.. Preview this quiz on Quizizz. Quiz. Perkembangan Tabel Periodik. DRAFT. 10th grade . Played 0 times. 0% average accuracy. Chemistry. 27 minutes ago by. chemist_eva08_12221. 0. Save. Edit. Edit. Perkembangan Tabel Periodik DRAFT. 27 minutes ago by. chemist_eva08_12221. TabelSistem Periodik Unsur Lengkap, Sejarah Perkembangan, Pengertian, Periode dan Golongan, Sifat Unsur, Contoh Soal, Pembahasan, Praktikum Kimia - Sampai saat ini, sudah dikenal 118 macam unsur dengan sifat yang khas untuk setiap unsur. Jika unsur-unsur itu tidak disusun secara tepat maka akan mengalami kesukaran dalam mempelajari sifat-sifatnya. dKRGYE. Deskripsi Perkembangan tabel periodik unsur mencapai bentuknya saat ini melalui karya para ilmuwan kimia. Pada tabel periodik modern dikelompokkan berdasarkan golongan dan periode. Artikel Pada masanya yang ke 150 tahun sekarang ini, perkembangan tabel periodik unsur sudah ditemukan ratusan unsur dan banyak senyawa kimia. Agar mudah mempelajari unsur-unsur tersebut, para ahlikimia membuat pengelompokkan unsur tersebut berdasarkan sifat kimia dan sifat fisikanya yang mirip atau sama. Bagaimana Perkembangan Tabel Periodik Unsur? Pengelompokkan unsur paling sederhana berdasarkan sifat logam dan buka logam. Lalu tabel sistem periodik unsur pertama kali dikelompokkan oleh Antonine Lavoisier. Semakin berkembang unsur-unsur tersebut dalam berbagai bentuk yang dikenal sebagai Triade Dobereiner, Teori Oktaf Newland, Sistem periodik Mendeleev, hingga akhirnya menjadi Tabel Periodik Modern. Periodik Unsur Sifat Logam dan Bukan Logam Sistem periodik unsur dikempokkan menurut sifat logam dan bukan logam oleh para ilmuwan Arab dan Persia. Berikut beberapa penjelasan pengelompokkan unsur berdasarkan sifat logam dan bukan logam Logam secara fisik umumnya bersifat padat, mengkilap, elastis,mudah ditempa, memilikikerapatan yang tinggi, dan sifat penghantar panas dan listriknya yang baik. Logam secara kimia cenderung melepas elektron dan mudah bereaksi dengan oksigen. Unsur bukan logam memiliki sifat yang berkebalikan dengan unsur logam. Periodik Unsur Lavoisier Antonine Lavovosier adalah ilmuwan asal Paris yang memberikan nama “oksigen” berasal dari kata Yunani yaitu oxus asam dan gennan menghasilkan. Pengelompokkan unsur pertama kali dikelompokkan oleh Lavoisier menjadi 33 unsur kimia. Unsur-unsur kimia tersebut dikelompokkan berdasarkan sifatnya menjadi gas, tanah, logam, dan non logam, lengkapnya sebagai berikut Unsur gas, berupa cahaya, kalor,oksigen, nitrogen, hidrogen. Unsur tanah, berupa kapur, magnesium oksida, barium oksida, alumunium oksida, dan silikon oksida. Unsur logam, berupa kobalt, tembaga, antimon, silver, platina, tobel, tungsten, arsenik, bismuth, timah, raksa, molibdenum, nikel, emas, besi, mangan dan seng. Unsur non logam, berupa sulfur, fosfor, karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak. Periodik Unsur Triade Dobereiner Pada tahun 1892, pengelompokkan tiga unsur yang dikenal sebagai Triade diciptakan oleh Dobereiner. Profesor kimia dari jerman ini mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifatnya. Dari tiga unsur itu Triade, unsur kedua memiliki sifat yang berada di antara unsur pertama dan ketiga, juga memiliki massa atom dengan massa rata-rata unsur pertama dan unsur ketiga. Adapun pengelompokkan Triade sebagai berikut Triade Litium, Natrium, Kalium Triade Kalsium, Stronsium, Barium Triade Clor, Brom, Iodium Periodik Unsur Teori Oktaf Newland Pada tahun 1863, Newlands mengelompokkan unsur-unsur seperti pengulangan not lagu atau oktaf, sehingga pengelompokkan ini disebut hukum oktaf. Teori oktaf Newland mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Sifat unsur berubah dengan berulang setiap unsur kedelapan. Dapat dikatakan unsur kesatu mirip unsur kedelapan, unsur kedua mirip unsur kesembilan, dan begitu seterusnya. Perkembangan tabel periodik unsur teori oktaf ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Dan jika diperhatikan, sifat-sifat unsur terlalu dipaksakan kemiripannya. Sistem Periodik Unsur Mendeleev Pada tahun 1869, Mendeleev yang saat itu seorang sarjana asal Rusia mengamati 63 unsur yang sudah dikenal dan menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Unsur yang disusun sesuai kenaikan massa atom relatifnya, maka akan ada pengulangan secara periodik pada sifat tertetntu. Daftar periodik Mendeleev dipublikasikan pada tahun 1872 dengan lajur vertikal yaitu unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat disebut golongan. Lajur horizontal diisi unsur-unsur sesuai kenaikan masa atom relatifnya disebut periode. Ada beberapa tempat yang sengaja dikosongkan oleh Mendeleev untuk menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Pada tahun 1886, ia menemukan unsur-unsur yang telah diramalkan sebelumnya yang ternayata mempunyai sifat yang sesuai ramalanya, yang dinamai sebagai ekasilikon. Tabel Periodik Modern Oleh Henry G. Moseley Pada tahun 1913, dilakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan unsur X oleh Henry G. Moseley seorang kimiawan asal Inggris. Dari eksperimen itu diperoleh kesimpulan bahwa sifat dasar atom didasari oleh kenaikan jumlah proton, bukan massa atom relatif. Kenaikan jumlah proton menandakan bahwa kenaikan nomor atom tersebut. Sistem periodik modern ini tercipta dari penyempurnaan sistem periodik Mendelev, disusun berdasarkan kebaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajur horizontal disebut periode, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Lajur vertikal disebut golongan, disusun sesuai sifat yang mirip atau sama. Sistem periodik modern terdiri dari 8 golongan A IA – VIIIA dan 8 golongan B IB – VIIIB serta 7 periode. Kita juga perlu tahu bahwa sebelum sistem periodik unsur modern disusun, pada tahun 1894-1898 Lord Rayleigh, Ramsay, dan Travers menemukan adanya unsur gas mulia. Lalu pada akhirnya tahun 1944 setelah ditemukan 10 unsur baru, Glen T. Seaborg memindahkan 14 unsur ke bawah unsur lantanide dan kemudian dikenal dengan unsur actinide. Itu dia perkembangan tabel periodik unsur dari masa ke masa hingga kini telah berumur 150 tahun. Kabarnya akan ada perkembangan lanjutan yang akan dikenalkan. Pada artikel ini berisi mengenai pembahasan dari Kelebihan dan Kelemahan Sistem Periodik Unsur Mendeleev yang di bahas secara jelas dan mendalam agar mudah dipahami Kelebihan dan Kelemahan Sistem Periodik Unsur Mendeleev - Sebelum Sistem Periodik Unsur Modern yang saat ini biasa kita gunakan pada masa sebelumnya telah di temukan berbagai jenis Pengelompokkan Unsur Periodik yang disusun oleh ilmuwan. Salah satunya Sistem Periodik Mendeleev dimana pada sistem periodik tersebut memiliki kelebihan dan Kelebihan dan Kelemahan Pengelompokkan Sistem Periodik Unsur Mendeleev dan bagaimana Sistem Unsur Periode yang dibuat oleh ilmuwan yang bernama Mendeleev ini? Mendeleev adalah ilmuwan yang menemukan Sistem Periodik Unsur Mendeleev, dia bernama lengkap Dmitriy Ivanovich Mendeleyev yaitu seorang ilmuwan yang berkebangsaan Rusia yang hidup dari 8 Februari 1834 – 2 Februari 1907. Baca Juga Kelebihan dan Kelemahan Sistem Periodik Unsur Lothar Meyer Berdasarkan pengamatannya yang dilakukan pada tahun 1869 Mendeleev melakukan penelitian terhadap 63 unsur yang sudah ditemukan dan dikenal saat itu. Penyusunan Sistem Periodik Mendeleev Pada Sistem Periodik Mendeleev atom yang disusun pada sistem periodiknya disusun berdasarkan massa atom relatifnya, yaitu ketika mendeleev menyusun atom berdasarkan massa atom relatifnya muncul sifat tertentu secara berulang. Sistem periodik unsur mendeleev disusun dengan mementingkan sifat-sifat unsur, sehingga terdapat ruang-ruang kosong pada sistem periodiknya. Kemudian di tahun 1871 Mendeleev menerbitkan Tabel Sistem Periodik Unsur Mendeleev yang merupakan perbaikan dari Tabel Sistem Periodik sebelumnya yang ia buat. Tabel yang disempurnakan oleh Mendeleev terdiri oleh golongan pada lajur tegak dan periode pada lajur mendatar seperti pada tabel dibawah. Tabel Sistem Periodik Unsur Mendeleev Pada ruang kosong tersebut kemudian terisi oleh Unsur tersebut yaitu unsur Germanium yang sebelumnya dinamakan dengan Ekasilikon oleh Mendeleev, yaitu terletak dibawah Silikon dan unsur Galium dibawah unsur Aluminium. Dimana pada unsur yang baru terisi tersebut memang benar adanya terdapat kemiripan dengan unsur yang ada dalam pengelompokkan. Sistem Periodik Unsur Mendeleev disusun berdasarkan massa atom relatifnya. Kelebihan Sistem Periodik Unsur Mendeleev Pada Sistem Periodik Unsur yang ditemukan oleh mendeleev terdapat banyak kelebihan yang ada yaitu Munculnya keteraturan sifat unsur-unsur pada satu golongan dan berubah secara teratur. Sistem Periodik Unsur yang pertama kali disusun dengan bentuk tabel yaitu terdapat delapan golongan dan dua belas periode. Nilai Elektron Valensi tertinggi sesuai dengan nomor golongan pada tabel periodik unsur. Dapat memperkirakan sifat unsur yang waktu itu belum dikenal berdasarkan sisi kosong di tabel Sistem Periodik Unsur Mendeleev. Kelemahan Sistem Periodik Unsur MendeleevDibalik kelebihan pada Sistem Periodik Mendeleev terdapat kekurangan yang ditemukan yaitu Penempatan unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, hal tersebut terjadi akibat penempatan unsur mempertahankan kemiripan sifat unsur dalam satu golongan. Masih banyak unsur yang belum dikenal saat itu sehingga banyak terdapat ruang kosong pada Sistem Periodik Unsur Mendeleev. Baca Juga Kelebihan dan Kelemahan Sistem Periodik Unsur Oktaf Newlands Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tanya di kolom komentar dan jangan lupa bagikan, semoga bermanfaat terima kasih. Jakarta - Tabel periodik adalah tabel yang menampilkan setiap unsur kimia dalam setiap sistemnya. Unsur-unsur kimia tersebut memiliki jumlah yang sangat banyak, dengan sifat yang berbeda-beda, antara satu dengan unsur yang dibuatnya tabel periodik unsur adalah untuk mengenal nama unsur dari partikel kimia secara mudah melalui modul Kimia Kelas X oleh Fadillah Okty Myranthika, sistem periodik juga diartikan sebagai susunan yang menampilkan berbagai unsur kimia berdasarkan nomor atom dan kesamaan sifat pengelompokan tabel periodik, sifat fisik dan sifat kimia dari setiap unsur-unsur tersebut telah dituangkan oleh para ahli kimia dalam bentuk tabel fungsi tabel periodik unsur adalah untuk membantu mengetahui nomor atom, konfigurasi elektron, dan mempelajari setiap sifat-sifat unsur beserta tabel sistem periodik, akan ditemukan golongan dan periode di suatu lajur. Golongan adalah lajur tegak atau baris vertikal pada sistem periodik. Sedangkan, periode adalah lajur mendatar atau baris Perkembangan Sistem Periodik UnsurPengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat mengalami perkembangan dari yang paling sederhana hingga modern. Mulai dari Antoine Lavoisier hingga mengalami penyempurnaan oleh Henry Moseley, seorang kimiawan asal Inggris yang menemukan cara menentukan nomor buku "Kimia" karya Nana Sutresna dijelaskan bahwa pada tahun 1913, Moseley telah melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X. Eksperimen Moseley itu telah membuat kesimpulan bahwa sifat dasar atau bukanlah didasari oleh massa atom relatif, melainkan didasari oleh kenaikan jumlah protonnya, yang diakibatkan dari adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki jumlah proton yang sama yang disebut jumlah proton tersebut telah mencerminkan kenaikan nomor atom unsur. Sehingga, sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Pengelompokan unsur-unsur sistem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendeleev yang disebut juga tabel periodik bentuk panjang. Dalam pandangan ini, penyusunan sistem periodik modern didasarkan pada kenaikan atom dan kemiripan periodik modern sendiri terdiri atas 7 periode. Periode terbagi menjadi 2 jenis yakni, periode panjang 4,5,6, dan 7 dan periode pendek 1, 2, dan 3.Jumlah golongan pada sistem periodik terdiri atas 8 golongan utama golongan A dan 8 golongan tambahan golongan B. Unsur-unsur golongan B disebut dengan unsur transisi. Letak unsur golongan B berada di antara golongan IIA dan Tabel Periodik Unsur KimiaAgar lebih jelas memahami, detikers bisa melihat tabel sistem periodik di bawah Tabel Periodik Unsur Kimia. Foto dok. modul belajar KemdikbudSifat Keteraturan Tabel PeriodikDalam tabel periodik, akan ditemukan angka-angka dengan keteraturan sifat unsur berdasarkan jari-jari atom, keelektronegatifan, energi ionisasi, logam dan non-logam dan juga afinitas bisa membaca dan memahami tabel periodik, ada baiknya detikers memperhatikan istilah-istilah di bawah ini1. Jari-jari atomJari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar suatu atom. Secara periodik, jari-jari atom akan cenderung semakin besar dalam satu golongan dari atas ke bawah. Hal itu disebabkan karena bertambahnya nomor atom beserta kulit elektron dalam satu golongan. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari atom cenderung semakin kecil, sebagaimana muatan inti efektif. Bertambahnya jumlah proton dalam muatan inti efektifnya, makin besar pula gaya tarik inti terhadap elektron Energi IonisasiIonisasi merupakan energi untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Secara periodik, dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi semakin kecil dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi cenderung ionisasi bergantung pada elektron yang akan dilepaskan, yakni besar gaya tarik inti terhadap elektron kulit Afinitas ElektronBesarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan pada suatu atom yang menarik sebuah elektron disebut afinitas periodik, dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang semakin kecil dari kiri ke kanan sampai golongan VII A, dan cenderung bertambah semakin besar kecuali unsur alkali tanah dan gas unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif, di mana unsur golongan terbesarnya dimiliki oleh golongan halogen. Semakin negatif nilai afinitas elektron, maka semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron afinitas terhadap elektron semakin besar.4. ElektronegativitasElektronegativitas atau keelektronegatifan merupakan kecenderungan suatu atom menarik pasangan elektron dalam membentuk ikatan. Unsur yang memiliki energi ionisasi dan afinitas elektron yang besar, akan membuat keelektronegatifan semakin periodik, dalam satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung akan semakin kecil, sedangkan dari kiri ke kanan dalam satu periode, cenderung semakin besar sehingga membuat penarikan atom akan semakin mudah. Harga keelektronegatifan dapat diukur dengan skala Pauling, antara 0,7 Fr - 4,0 Fr.5. Logam dan Non-logamSifat logam dan non logam merupakan kecenderungan atom untuk melepas elektron dan membentuk ion bermuatan positif tergantung dengan energi ionisasi.Sifat logam berkaitan dengan keelektropositifan. Semakin besar energi ionisasinya, maka sifat logamnya akan berkurang, karena sulit melepas elektron. Sementara itu, sifat non logam berkaitan dengan keelektronegatifan, yakni kecenderungan atom untuk menyerap melepas atau menarik suatu elektron disebut dengan kereaktifan. Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan non-logam paling reaktif berada pada golongan VIIA lihat sifat logam dan non logam, di mana golongan VIIIA gas mulia tidak periodik dalam satu golongan dari atas ke bawah kecil, dan dalam satu periode dari kiri ke kanan mula-mula menurun, dan akan bertambah hingga golongan VIIA. Simak Video "Setelah Sarjana Lanjut S2 atau Cari Kerja?" [GambasVideo 20detik] faz/faz KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR Nama Tribuana Kurniaji No Absen Kelas Ganno 10 X MIPA 2 Sekolah 5 Surakarta SMA Negeri Sistem Periodik Unsur Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan kemiripan sifat-sifat unsurnya. Robert Boyle adalah orang pertama yang memberikan tentang definisi bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat lagi dibagi-bagi menjadi dua zat atau lebih dengan cara kimia. Sejak itu orang dapat menyimpulkan bahwa unsur-unsur mempunyai sifat yang jelas dan ada kemiripan diantara sifat-sifat unsur itu. 1. Pengelompokkan Unsur Menurut Antoine Lavoisier Setelah Boyle memberi penjelasan tentang konsep unsur, Lavoiser pada tahun 1769 menerbitkan suatu daftar unsur-unsur. Lavoiser membagi unsur-unsur dalam unsur logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang lebih 33 unsur. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana , dilakukan. Pengelompokan ini masih sangat sederhana karena antara unsur – unsur logam sendiri masih banyak perbedaan. Perbedaan Logam dan Non Logam Logam Non Logam 1. 1. 2. 3. 4. 5. Berwujud padat pada suhu kamar 250, kecuali raksa Hg Mengkilap jika digosok Merupakan konduktor yang baik Dapat ditempa atau direnggangkan Penghantar panas yang baik 2. 3. 4. 5. Ada yang berupa zat padat, cair, atau gas pada suhu kamar Tidak mengkilap jika digosok, kecuali intan karbon Bukan konduktor yang baik Umumnya rapuh, terutama yang berwujud padat Bukan penghantar panas yang baik Ternyata, selain unsur logam dan non-logam, masih ditemukan beberapa unsur yang memiliki sifat logam dan non-logam unsur metaloid, misalnya unsur silikon, antimon, dan arsen. Jadi, penggolongan unsur menjadi unsur logam dan non-logam masih memiliki kelemahan. KELEBIHAN & KEKURANGAN Unsur Menurut Antoine Lavoisier + KELEBIHAN  Sudah Mengelompokkan 33 unsur berdasarkan sifat kima, sehingga bisa dijadikan referensi bagi ilmuwan setelahnya - KEKURANGAN  Pengelompokannya masih terlalu umum 2. Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner Dobereiner adalah orang pertama menemukan hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya. Unsu-unsur dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifatsifatnya. Setiap kelompok terdiri atas tiga unsur, sehingga disebut triade. Di dalam triade, unsur ke-2 mempunyai sifat-sifat yang berada di antara unsur ke-1 dan ke-3 dan memiliki massa atom sama dengan massa rata-rata unsur ke-1 dan ke-3. Jenis Triade   Triade LitiumLi, NatriumNa, Kaliumk Triade KalsiumCa, StronsiumSr, BariumBr  Triade KlorCl, BromBr, IodiumI Tabel pengelompokan unsur-unsur menurut Triade Dobereiner KELEBIHAN & KEKURANGAN Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner + KELEBIHAN  Keteraturan setiap unsur yang sifatnya mirip massa atom Ar unsur yang kedua Tengah merupakan massa atom rata -rata di massa atom unsur pertama dan ketiga - KEKURANGAN  Kurang efisien karena ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam kelompok Triade padahal sifatnya sama dengan unsur di dalam kelompok triade tersebut. 3. Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands Triade Debereiner mendorong John Alexander Reina Newlands untuk melanjutkan upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan keterkaitannya dengan sifat unsur. Menurut Newlands, jika unsur-unsur diurutkan letaknya sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat unsur akan terulang pada tiap unsur kedelapan. Keteraturan ini sesuai dengan pengulangan not lagu oktaf sehingga disebut Hukum Oktaf law of octaves. Pengelompokan unsur berdasarkan hukum Oktaf Newlands KELEBIHAN DAN KEKURANGAN Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands + KELEBIHAN  Penggolongannya mempermudah untuk unsur yang massa atomnya kecil / tidak terlalu besar - KEKURANGAN  Dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar. 4. Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev Dmitri Ivanovich Mendeleev pada tahun 1869 melakukan pengamatan 63 unsur yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara periodik apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Mendeleev selanjutnya menempatkan unsurunsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode. Tabel pengelompokan menurut Mendeleev KELEBIHAN DAN KELEMAHAN Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev + KELEBIHAN  Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur- unsur yang belum ditemukan.  meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui. Pada perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok dengan prediksi Mendeleev. - KEKURANGAN  Masih terdapat unsur – unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan unsur yang massanya lebih kecil.  Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat dimasukkan dalam satu golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.  Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom. 5. Pengelompokkan Unsur Menurut Henry Moseley Tabel periodik Mendeleev dikemukakan sebelum penemuan struktur atom, yaitu partikelpartikel penyusun atom. Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan neutron, sedangkan elektron mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel penyusun atom ditemukan, ternyata ada beberapa unsur yang mempunyai jumlah partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Unsur tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai jumlah proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton dan neutron menentukan massa atom. Dengan demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh massa atom, tetapi ditentukan oleh jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah proton menyatakan nomor atom. Dengan demikian sifat-sifat unsur ditentukan oleh nomor atom. Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur disusun berdasarkan nomor atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil percobaan Henry Moseley pada tahun 1913. Menurut Moseley, sifat-sifat kimia unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Artinya, jika unsur-unsur diurutkan berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat unsur akan berulang secara periodik. Tabel Pengelompokan menurut Moseley Susunan periodik yang disusun oleh Moseley akhirnya berkembang lebih baik sampai didapatkan bentuk yang sekarang ini dengan mengikuti hukum periodik bahwabila unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, maka sifat unsur akan berulang secara periodik. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan. Dalam sistem periodik modern terdapat 7 pediode, yaitu Periode 1 terdiri atas 2 unsur Periode 2 terdiri atas 8 unsur Periode 3 terdiri atas 8 unsur Periode 4 terdiri atas 18 unsur Periode 5 terdiri atas 18 unsur Periode 6 terdiri atas 32 unsur, yaitu 18 unsur seperti periode 4 atau 5, dan 14 unsur lagi merupakan deret lantanida Periode 7 merupakan periode unsur yang belum lengkap. Pada periode ini terdapat deret aktinida KELEBIHAN DAN KEKURANGAN Pengelompokan unsur menurut Moseley + KELEBIHAN  Sifat periodik lebih tepat dikatakan sebagai fungsi nomor atom. Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifatnya - KEKURANGAN  Kenaikan massa atom masih ada yang tidak sesuai tetapi semua tertutup oleh keunggulannya DAFTAR PUSTAKA  Amalhan, 2014 SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR, HTTP//  Indriani Monica, 2012 PERKEMBANGAN PENGELOMPOKAN UNSUR,  Isna Kurniawati, 2013 Keunggulan dan Kelemahan dari sejarah teori-teori Sistem Periodik,  Muhammad Risal, 2013 Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur, Jakarta Dalam pelajaran Kimia, kamu pasti tahu dan pernah mempelajari mengenai sistem periodik unsur kan? Sebenarnya apa pengertian dari sistem periodik unsur itu sendiri dan bagaimana sejarah perkembangannya? Sistem periodik unsur ialah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Sistem periodik unsur sering disebut juga dengan tabel periodik. 4 Unsur Kimia Ditambahkan ke Tabel Periodik Tak Berbau dan Berwarna, Ini 7 Gas Kimia yang Berbahaya bagi Manusia Mematikan, 7 Senyawa Kimia Ini Berbahaya Jika Dicampurkan Sedangkan menurut Wikipedia, tabel periodik ialah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur tersebut kemudian disusun berdasarkan nomor atom, konfigurasi elektron dan keberulangan sifat kimia. Sistem periodik unsur dinamakan periodik karena memiliki kemiripan pada unsur dan pada Sistem Periodik UnsurDi tahun 1984, Newlands mengklasifikan unsur berdasar kenaikan berat atomnya. Unsur ini dapat dikenali dengan nomor urut dan dibagi dalam tujuh golongan. Ketujuh golongan tersebut ialah Hidrogen, Litium, Berilium, Karbon, Nitrogen, Boron serta Oksigen. Hubungan ketujuh golongan ini dikenal sebagai hokum oktaf. Golongan pada sistem periodik unsur itu sendiri merupakan kolom vertikal yang terdapat pada tabel periodik. Golongan dianggap penting untuk metode pengklasifikasian unsur-unsur. Pengelompokan dalam golongan ini ialah unsur-unsur yang memiliki susunan elektron terluar yang sama. Karena memiliki elektron yang sama, maka unsur-unsur tersebut memiliki sifat kimia yang sama. Unsur-unsur pada golongan pertama merupakan logam alkali atau golongan utama. Sedangkan golongan kedua dinamakan logam transisi merupakan logam alkali tanah. Dan dua deret dari bagian bawah merupakan logam transisi dalam yang terdiri atas lanthanide dan aktinida. Sedangkan periode ialah barisan horizontal yang terdapat pada tabel periodik. Terdapat 7 periode dalam tabel periodik, di mana masing-masing tabel mewakili tingkat energi atom yang dimiliki. Tidak semua periode memiliki jumlah unsur yang sama. Di mana jumlah unsur terkecil terdapat pada periode 1 yang berjumlah 2 unsur. Sedangkan jumlah unsur tebanyak ialah pada periode 6 yang memiliki 32 pada Sistem Periodik UnsurDalam sistem periodik unsur, terdapat beberapa sifat, di antaranya ialah sifat logam, jari-jari atom dan juga energi ionisasi. Dan berikut pemahaman mengenai sifat sistem periodik unsur yang telah dirangkum dari berbagai sumber. 1. Sifat Unsur Berdasarkan sifat unsur-unsur bisa dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu logam, non logam dan juga metalloid. Pada logam memiliki sifat yang cenderung melepaskan elektron dari non logam untuk membentuk ion positif. Sedangkan untuk non logam, mereka cenderung menerima elektron dari logam. Lain halnya dengan unsur-unsur metalloid dimana unsur metalloid memiliki kedua sifat seperti logam dan non logam. 2. Jari-jari Atom Jari-jari atom ialah jarak dari inti atom ke orbital elektron terluar yang stabil dalam suatu atom dalam keadaan setimbang. Jarak tersebut dapat diukur dalam satuan pikometer atau angstrom. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung untuk membesar setara dengan pertambahan dapa kulit elektron. 3. Energi Ionisasi Energi ionisasi pertama ialah energi yang diserap untuk melepas satu elektron dari sebuah atom. Sedangkan energi ionisasi atom kedua ialah energi yang diserap untuk meleas elektron kedua dari sebuah atom, dan seterusnya. 4. Afinitas Elektron Afinitas eletron ialah jumlah energi yang dilepaskan ketika sebuah elektron ditambahkan ke dalam kolom atom netral untuk membentuk ion negative. Sifat non logam memiliki nilai lebih tinggi pada afinitas elektron daripada sifat logam. Dan afinitas elektron secara umum terus meningkat sepanjang periode. 5. Kelektronegatifan Kelektronegatifan merupakan kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap ataupun menarik kembali elektron dari atom perkembangan sistem unsur periodik1. Robert Boyle Pada sejarah perkembangannya sistem periodik unsur yang dipakai pada saat ini merupakan sistem periodik unsur modern yang dipublikasikan oleh Dimitri Mendeleev pada tahun 1869. Sedangkan menurut sejarahnya Robert Boyle merupakan orang pertama yang memberikan definisi mengenai unsur. Menurutnya unsur merupakan zat yang tidak dapat dibagi menjadi dua zat atau lebih secara kimiawi. 2. Lavoiser Setelah Boyle memberikan penjelasan mengenai hal tersebut, pada tahun 1769 Lavoiser pun menerbitkan daftar unsur-unsur dan membaginya pada unsur logam maupun unsur non logam. Dan menurut Lavoiser terdapat perbedaan antara logam dan non logam di antaranya, Logam -Berwujud padat pada suhu kamar kecuali raksa -Mengkilap saat di gosok-gosokan -Merupakan konduktor yang baik -Dapat ditempa atau direnggangkan -Penghantar panas yang baik Non logam -Ada yang berupa zat padat, cair atau gas pada suhu kamar -Tidak mengkilap jika digosok, keculai intan atau karbon -Bukan konduktor yang baik -Umumnya rapuh terutama berwujud padat -Bukan penghantar panas yang baik. 3. Johann Wolfgang Dobereiner Dobereiner merupakan orang pertama yang menemukan hubungan sifat dengan massa tersebut dikelompokkan menjadi 3 triade, yaitu Triade Litium Li, Natrium Na, Kalium K Triade Kalsium Ca, Stronsium Sr, Barium Br Triade klor Cl, Brom Br, Iodium I 4. Dmitri Mendeleev Pada tahun 1869 Dmitri Ivanovich Mendeleev melakukan pengamatan 63 unsur yang telah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat dari massa atom itu relatif. Berdasarkan hasil pengamatannya ia menempatkan unsur-unsur tersebut pada golongan dan juga periode yang dikenal saat ini. Reporter Novita Ayuningtyas* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

perkembangan tabel periodik unsur beserta kelebihan dan kekurangannya